Selasa, 12 April 2016

Harus Positif Jawabnya

Ditanya, mau umrah nggak? Jawabnya "Buat makan aja susah!" Aneh nih orang. Ditanya apa, jawabnya apa. Nggak ngerti Bahasa Indonesia kali ya, hehehe. Berpikirlah positif. Bukankah Tuhanmu maha kaya dan maha besar, tak sekecil pikiranmu? Berapapun saldo masing-masing kita, saya yakin kita semua setuju.

Kalau ditanya soal umrah, yah jawab saja "Insya Allah mau. Insya Allah berangkat." Nggak susah tho? Ini soal pola pikir saja. Lha, kalau kita ngomong, "Buat makan aja susah," walhasil makannya dan umrahnya semakin susah! Menjadi-jadi! Kata-kata itu doa. Apalagi kalau sampai terekam oleh otak bawah sadar.

Begini. Umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Yang beginian, saya yakin Anda tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan ini dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan. Sudah banyak contohnya. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya.

Hampir semua orang teriak-teriak pengen berumrah, tapi jarang yang memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasiknya, nggak pernah. Baca bukunya, nggak pernah. Tanya ustadznya, nggak pernah. Mohon maaf, ini omong kosong namanya!

Pantaskan diri. Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri. Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.

Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan. Berangkat insya Allah.

📝Ippho Santosa
____________________
Info Haji & Umrah
085717657973 (Lukmanul Hakim)
-Umrah Reguler, mulai $1575
-Umrah Promo, (closed)
-Umrah Awal Desember $1475
-Umrah Awal Ramadhan, $1950 (all in)
-Umrah I'tikaf 14 hari akhir Ramadhan $2800 (all in)

Senin, 04 April 2016

Kisah Pak Dadang yang Mengharukan

Oleh: Lukmanul Hakim

Bismillah...

Kisah ini saya dapatkan ketika saya menghadiri sebuah seminar di Tambun Utara.

Seorang ustadz berkisah tentang seseorang yang sudah 35 tahun bekerja di Air Port sebagai Porter. Porter ini kerjanya hanya mendorong/mengantar koper keluar masuk Air Port.

Sang ustadz menghampiri porter tsb dan bertanya, "Dengan bapak siapa...?"
"Saya Dadang pak..." jawab porter yang usianya sudah tidak muda lagi itu.

"Sudah berapa lama kerja disini pak Dadang...?" Tanya ustadz.

"Sudah 35 tahun pak ustadz..." jawab pak Dadang dengan wajah yang masih terlihat lelah.

"Masya Allah, cukup lama juga ya.." Ungkap ustadz. Ustadz pun melanjutkan, "Hampir setiap hari pak Dadang ini membawa koper para jamaah umrah keluar masuk Air Port. Apakah pak Dadang tidak ingin berangkat ke tanah suci...?" Tanya ustadz.

"Wah itu mah jangan ditanya pak ustadz. Saya sangat ingin ke tanah suci, entah itu umrah ataupun haji..." Jawab pak Dadang dengan semangatnya.

Kemudian ia melanjutkan, "Tapi itu tadi masalahnya ustadz, gaji saya belum cukup untuk ongkos kesana. Untuk kebutuhan sehari-hari pun masih banyak kekurangan..." tandas pak Dadang.

Ustadz pun mengangguk setelah mendengarkan jawaban pak Dadang. Kemudian bertanya kembali,
"Apakah pak Dadang sudah memiliki niat yang kuat...?

"Niat sih sudah ada ustadz..." Jawab pak Dadang.

"Apakah pak Dadang sudah berdoa meminta agar segera diizinkan berangkat ke tanah suci...? Tanya ustadz lagi.

"Doanya gimana  ustadz..." tanya pak Dadang.

"Hmm...
Bilang saja sama Allah begini pak Dadang." Ustad mencontohkan cara berdoa dengan nada lirih.

"Ya Rabb, sudah 35 tahun aku membawa koper jamaah umrah.keluar masuk Air Port. Aku mohon kepadaMu ya Rabb, izinkan aku agar koper aku lah yang selanjutnya dibawa oleh para porter untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci.
Mampukan aku ya Rabb...
Undang aku yaRabb...
Pantaskan aku ya Rabb...
Luaskan rezekiku ya Rabb...
Kabulkanlah doaku ya Rabb...
Hanya Engkau yang dapat mengabulkan doaku... Amiiin..."

Pak Dadang terenyuh dengan doa yang dicontohkan oleh sang ustadz. Setelah pak Dadang mendengar untaian doa yang disampaikan oleh Ustadz, pak Dadang pun siap untuk merutinkan doa seperti itu.

"Mulai saat ini, saya akan rutinkan berdoa, memohon agar Allah mengundang saya. Terimakasih ustadz." Tandas pak Dadang.

"Sama-sama pak Dadang. Tapi tidak cukup disitu saja. Pak Dadang juga harus konsisten menunaikan hak-hak Allah. Seperti shalat awal waktu berjamaah yang disertai shalat sunnahnya, membiasakan shaum sunnah entah senin kamis, daud atau shaum sunnah lainnya, membiasakan sedekah, tilawah Quran setiap hari, senantiasa memudahkan urusan saudaranya, dan lain lain. Kemudian berjalanlah kepada Allah melalui amalan-amalan sholeh tsb. Semoga Allah wujudkan impian pak Dadang" Jelas Ustadz.

Pak Dadang pun mengangguk sambil memegang dagunya, "Oh begitu ustadz. Baik kalau begitu. Semoga saya bisa istiqomah menjalankannya."

"Amiiiin...." jawab Ustadz pelan.

***

Seiring berjalannya waktu, terdengar kabar bahwa perusahaan tempat pak Dadang bekerja akan memberangkatkan 4 pegawai ke tanah suci untuk berhaji. Setelah diundi dengan kertas yang dimasukkan ke dalam gelas, maka keluarlah 4 kertas secara bergantian. Dan setelah dibuka, nama pak Dadang lah diantaranya. Petugas yang mengunci masih tidak percaya, karena pak Dadang tidak begitu memiliki banyak prestasi di tempatnya bekerja. Akhirnya undian pun diulang lagi. Setelah keluar dan dibuka, rupanya masih nama pak Dadang yang keluar. Sampai diulang yang ke tiga kali pun, masih nama pak Dadang yang keluar.

Para petugas yang mengundi pun  berkata,
"Ini orang pasti orang yang diistimewakan oleh Allah. Masya Allah. Allahu Akbar..."
Semuanya bertakbir. Membesarkan nama Allah Subhanahu wata'ala..

***
Singkat cerita, setelah pak Dadang mendapat kabar gembira ini, pak Dadang pun langsung sujud syukur atas nikmat terindah yang Allah berikan. Begitupun istrinya yang tak henti-henri mengeluarkan air mata syukurnya, ia selalu mendoakan suaminya agar dapat berangkat ke tanah suci.

Sebelum keberangkatan, pak Dadang menemui ustadz, dan mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan motivasinya selama ini. Setelah mendengar kabar baik dari pak Dadang, sang ustadz langsung merangkul sambil menepuk-nepuk bahu pak Dadang seraya berkata, "Selamat ya pak. Jika bukan kehendak Allah, mustahil semua ini terjadi. Semoga menjadi Haji yang Mabrur.. Amiiin..."

****

Para pembaca yang budiman...
Jika niat sudah kuat...
Tekad sudah bulat...
Ikhtiar sudah dijalankan...
Doa sudah dipanjatkan...
Tawakal sudah dilaksanakan...
Maka tinggal menunggu kabar baik dari Allah Subahanahu wata'ala...

Dekati Dia...
Terus memohon pada-Nya...
Jangan bosan...
Jangan berhenti di tengah jalan...
Terus lanjutkan perjuangan...
Niscaya Allah berikan sesuatu yang kita butuhkan...

Undang kami ya Allah...
Undang saudara-saudara kami ya Allah...
Izinkan kami bersimpuh di Masjid yang menjadi kiblat kaum muslimin itu ya Allah...
Selamat malam...
Semoga full barokah...

Barokallahu fiikum...

Bekasi, 4 April 2016

Memantaskan Diri

Oleh: Lukman

Jika kita menginginkan sesuatu, hal yang perlu diperhatikan adalah memantaskan diri. Diulang, ME-MAN-TAS-KAN DI-RI.

Ingin punya mobil...?
Pantaskan diri agar Allah berkenan menitipi mobil ke kita.
Pertama-tama, belajarlah bawa mobil. Bagaimana mau punya mobil, kalau bawa mobil saja belum bisa.

Kedua, buat SIM. Setelah bisa membawa mobil, buatlah SIM, Walaupun belum punya mobil. Ini namanya memantaskan diri.

Ketiga, pantaskan uangnya. Menabunglah yang rutin. Niatkan agar Allah cukupkan untuk membeli mobil.

Dan jangan lupa, niat yang lurus.  Mobilnya kita gunakan untuk fasilitas dakwah. Seperti mengajak rihlah para santri yatim penghafal Quran, undangan simaan Quran bersama teman-teman, menengok orang tua di kampung, memudahkan urusan saudaranya dan lain-lain.

Terakhir, terus berdoa disertai dengan tawakal kepada Allah Subhanahu wata'ala. Insya Allah Allah mudahkan. Itulah yang disebut memantaskan diri.

Begitupun ketika kita ingin berumrah. Sama. Pantaskan diri dulu. Pesan guru saya mas ippho santosa jika kita benar benar ingin Umrah maka,

Pantaskanlah niatnya.
Pantaskan uangnya.
Pantaskan pahalanya.
Dan lain-lainnya.

Pelajari ilmu tentang umrah. Menabunglah yang rutin. Buatlah pasport, walaupun tidak tau kapan akan umrah.
Doa dan tawakalnya terus ditingkatkan, niscaya Allah wujudkan.

Sekian dulu dari saya, selamat malam, selamat istirahat. Semoga kita dapat bangun lebih awal. Agar suksesnya lebih awal juga. Amiin.

Barokallahu fiikum...

Minggu, 03 April 2016

Agar Bisa ke Tanah Suci

Oleh: Lukmanul Hakim

Bismillah...

Salah satu impian kaum muslimin di seluruh penjuru dunia adalah dapat menginjakkan kaki di tanah suci untuk berumrah ataupun berhaji.
Bagaimana tidak, Allah dan Rasul Nya lah yang  memerintahkan kita untuk pergi kesana.

Ada yang sampai tubuhnya gemetar disertai rasa bahagia, saat saudara muslimnya berangkat umrah ataupun haji. Seraya berdoa dalam hati, "Ya Allah kapan engkau undang aku kesana..." begitu menurut salah satu sahabat saya yang sangat merindukan Baitullah.

Ada juga yang merasakan ketenangan, kedamaian, dan dorongan kuat saat memandang keindahan Baitullah walaupun hanya di layar facebook, WA, Bbm, dan sosial media lainnya. Seraya berkata dalam hatinya, "Ya Allah, izinkan hamba bersimpuh di tanah suci-Mu. Pantaskan aku. Mudahkan rezekiku.." begitu menurut kebanyakan orang yang memiliki kerinduan ingin berkunjung ke Baitullah. Dan masih banyak lagi ungkapan ungkapan lainnya.

Dan tidak sedikit juga, saudara-saudara kita yang ingin berumrah tapi ingin yang gratis. Kalau ngga gratis, ngga mau. Menurutnya, uang sebanyak itu dari mana. Dan sederet alasan lainnya. Yang seperti inilah yang perlu motivasi dan inspirasi, agar pola pikirnya menjadi luas.

Jadi begini sahabat. Sebenarnya umrah itu gratis. Haji pun gratis. Masuk masjid Nabawi gratis. Ke Raudhah gratis. Ziarah makam Nabi gratis. Masuk ke masjidil haram pun gratis. Dan lain-lain.

Yang bayar itu tiket pesawatnya, penginapan/hotelnya, makan selama disana, dan keperluan-keperluan lainnya. Jadi jangan pernah sedikit pun ada pikiran bahwa umrah itu mahal. Karena jika terlalu sering berpikir begitu, maka tidak heran jika selamanya terasa mahal dan menganggap dirinya belum mampu bahkan tidak mampu.

Bukannya ada Allah yang Maha Kaya...? Bukannya ada Allah yang Maha Gagah Perkasa...?
Bukannya kita di perintahkan untuk tidak bosan meminta...?
Dekati saja Dia.
Jangan pernah bosan.
Terus dekati.
Mintalah pada-Nya. Niscaya doa kita, Dia kabulkan.
Bukankah begitu janji-Nya dalam AlQuran...?

Terakhir, saya hanya ingin mengajak kepada anda para perindu Baitullah, agar berkenan membuka link paling bawah, yang berisi halaman baru saya, yang saya beri nama "Agar Bisa ke Tanah Suci". Insya Allah, saya akan rutin berbagi motivasi dan inspirasi di halaman tsb terkait tentang cara agar kita layak diundang oleh Allah ke tanah suci.

Apa saja tipsnya...? Apa saja amalan yang harus dirutinkan...? Nantikan tulisan saya berikutnya. Semoga anda berkenan.

Karena sesungguhnya Allah memiliki cara tersendiri untuk mengundang hamba-hamba-Nya yang sudah dipantaskan oleh-Nya. Tinggal keyakinan dan kesungguhan kita terhadap-Nya.

Semoga bermanfaat dan barokah ya. Amiin...

Jangan lupa klik like, agar artikelnya dapat lewat dan terbaca di wall facebook anda.

Sekian dulu dari saya, insya Allah lain waktu kita sambung lagi.
Barokallahu fiikum...

https://mobile.facebook.com/Agar-Bisa-ke-Tanah-Suci-1744168605828847/?tsid=0.6748156191315502&source=typeahead
____________
Umrah 9 hari Awal Ramadhan $1950 (all in)