Oleh: Lukmanul Hakim
Bismillah...
Kisah ini saya dapatkan ketika saya menghadiri sebuah seminar di Tambun Utara.
Seorang ustadz berkisah tentang seseorang yang sudah 35 tahun bekerja di Air Port sebagai Porter. Porter ini kerjanya hanya mendorong/mengantar koper keluar masuk Air Port.
Sang ustadz menghampiri porter tsb dan bertanya, "Dengan bapak siapa...?"
"Saya Dadang pak..." jawab porter yang usianya sudah tidak muda lagi itu.
"Sudah berapa lama kerja disini pak Dadang...?" Tanya ustadz.
"Sudah 35 tahun pak ustadz..." jawab pak Dadang dengan wajah yang masih terlihat lelah.
"Masya Allah, cukup lama juga ya.." Ungkap ustadz. Ustadz pun melanjutkan, "Hampir setiap hari pak Dadang ini membawa koper para jamaah umrah keluar masuk Air Port. Apakah pak Dadang tidak ingin berangkat ke tanah suci...?" Tanya ustadz.
"Wah itu mah jangan ditanya pak ustadz. Saya sangat ingin ke tanah suci, entah itu umrah ataupun haji..." Jawab pak Dadang dengan semangatnya.
Kemudian ia melanjutkan, "Tapi itu tadi masalahnya ustadz, gaji saya belum cukup untuk ongkos kesana. Untuk kebutuhan sehari-hari pun masih banyak kekurangan..." tandas pak Dadang.
Ustadz pun mengangguk setelah mendengarkan jawaban pak Dadang. Kemudian bertanya kembali,
"Apakah pak Dadang sudah memiliki niat yang kuat...?
"Niat sih sudah ada ustadz..." Jawab pak Dadang.
"Apakah pak Dadang sudah berdoa meminta agar segera diizinkan berangkat ke tanah suci...? Tanya ustadz lagi.
"Doanya gimana ustadz..." tanya pak Dadang.
"Hmm...
Bilang saja sama Allah begini pak Dadang." Ustad mencontohkan cara berdoa dengan nada lirih.
"Ya Rabb, sudah 35 tahun aku membawa koper jamaah umrah.keluar masuk Air Port. Aku mohon kepadaMu ya Rabb, izinkan aku agar koper aku lah yang selanjutnya dibawa oleh para porter untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci.
Mampukan aku ya Rabb...
Undang aku yaRabb...
Pantaskan aku ya Rabb...
Luaskan rezekiku ya Rabb...
Kabulkanlah doaku ya Rabb...
Hanya Engkau yang dapat mengabulkan doaku... Amiiin..."
Pak Dadang terenyuh dengan doa yang dicontohkan oleh sang ustadz. Setelah pak Dadang mendengar untaian doa yang disampaikan oleh Ustadz, pak Dadang pun siap untuk merutinkan doa seperti itu.
"Mulai saat ini, saya akan rutinkan berdoa, memohon agar Allah mengundang saya. Terimakasih ustadz." Tandas pak Dadang.
"Sama-sama pak Dadang. Tapi tidak cukup disitu saja. Pak Dadang juga harus konsisten menunaikan hak-hak Allah. Seperti shalat awal waktu berjamaah yang disertai shalat sunnahnya, membiasakan shaum sunnah entah senin kamis, daud atau shaum sunnah lainnya, membiasakan sedekah, tilawah Quran setiap hari, senantiasa memudahkan urusan saudaranya, dan lain lain. Kemudian berjalanlah kepada Allah melalui amalan-amalan sholeh tsb. Semoga Allah wujudkan impian pak Dadang" Jelas Ustadz.
Pak Dadang pun mengangguk sambil memegang dagunya, "Oh begitu ustadz. Baik kalau begitu. Semoga saya bisa istiqomah menjalankannya."
"Amiiiin...." jawab Ustadz pelan.
***
Seiring berjalannya waktu, terdengar kabar bahwa perusahaan tempat pak Dadang bekerja akan memberangkatkan 4 pegawai ke tanah suci untuk berhaji. Setelah diundi dengan kertas yang dimasukkan ke dalam gelas, maka keluarlah 4 kertas secara bergantian. Dan setelah dibuka, nama pak Dadang lah diantaranya. Petugas yang mengunci masih tidak percaya, karena pak Dadang tidak begitu memiliki banyak prestasi di tempatnya bekerja. Akhirnya undian pun diulang lagi. Setelah keluar dan dibuka, rupanya masih nama pak Dadang yang keluar. Sampai diulang yang ke tiga kali pun, masih nama pak Dadang yang keluar.
Para petugas yang mengundi pun berkata,
"Ini orang pasti orang yang diistimewakan oleh Allah. Masya Allah. Allahu Akbar..."
Semuanya bertakbir. Membesarkan nama Allah Subhanahu wata'ala..
***
Singkat cerita, setelah pak Dadang mendapat kabar gembira ini, pak Dadang pun langsung sujud syukur atas nikmat terindah yang Allah berikan. Begitupun istrinya yang tak henti-henri mengeluarkan air mata syukurnya, ia selalu mendoakan suaminya agar dapat berangkat ke tanah suci.
Sebelum keberangkatan, pak Dadang menemui ustadz, dan mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingan dan motivasinya selama ini. Setelah mendengar kabar baik dari pak Dadang, sang ustadz langsung merangkul sambil menepuk-nepuk bahu pak Dadang seraya berkata, "Selamat ya pak. Jika bukan kehendak Allah, mustahil semua ini terjadi. Semoga menjadi Haji yang Mabrur.. Amiiin..."
****
Para pembaca yang budiman...
Jika niat sudah kuat...
Tekad sudah bulat...
Ikhtiar sudah dijalankan...
Doa sudah dipanjatkan...
Tawakal sudah dilaksanakan...
Maka tinggal menunggu kabar baik dari Allah Subahanahu wata'ala...
Dekati Dia...
Terus memohon pada-Nya...
Jangan bosan...
Jangan berhenti di tengah jalan...
Terus lanjutkan perjuangan...
Niscaya Allah berikan sesuatu yang kita butuhkan...
Undang kami ya Allah...
Undang saudara-saudara kami ya Allah...
Izinkan kami bersimpuh di Masjid yang menjadi kiblat kaum muslimin itu ya Allah...
Selamat malam...
Semoga full barokah...
Barokallahu fiikum...
Bekasi, 4 April 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar